Akhirnya drama Pilkada Jakarta akan segera tamat

Pemilihan umum gubernur DKI Jakarta tahun 2017 yang menurut gue bak drama korea akhirnya akan segera tamat. Bagaimana engga gue bilang kayak drama, pilkada kali ini sangat menguras energi. Para ‘Aktor’, konflik dan pertunjukan yang dilakukan sangat baik diperankan membuat emosi masyarakat naik turun dan mungkin banyak masyarakat yang justru dibuat emosinya naik terus. Meski memasuki ending cerita, ternyata malah semakin banyak menyedot perhatian.

Meski hasil resmi baru akan diumumkan KPUD DKI jakarta pada akhir april, namun berbagai lembaga Quick Count menunjukan bahwa pasangan nomor urut 3 jauh mengungguli pasangan urut nomor 2.

Gue si seneng denger ending ceritanya. Dan gue seneng Pilkada ini sudah membuat masyarakat Indonesia lebih melek politik. Tapi gue juga ingin pilkada ini segera selesai. Gue capek denger isu ras dan agama jadi bahan buah bibir dalam pilkada yang telah memecah belah masyarakat Indonesia

Selama pilkada itu beranda facebook gue dipenuhi orang artikel – artikel yang menurut gue kacangan dan gak kredibel banget. Gak cuma artikel, tapi postingan pribadipun gak kalah banyaknya. Kata – kata rasis seperti “kafir”, “Cina” semakin sering gue baca dan denger selama pilkada ini. Lebih serunya lagi baca comment – commentnya. ada yang saling ngafir – ngafirin. bilang pasangan yang dukung paslon dua adalah kafir. terus yang dukung pasangan urut urut 3 dibilang radikal, intoleran dan lain sebagainya. gak ngerti deh gue itu orang – orang gimana jalan pikirannya. Gue secara pribadi dukung nomor urut 3 tapi gue juga paling gak seneng sama orang yang intoleran. karena gue sangat memahami betapa sulitnya terkadang menjadi minoritas. terlebih setelah hampir 2 tahun terakhir ini gue tinggal di negara lain sebagai minoritas.

Makanya beberapa bulan ini gue lebih jarang buka facebook. gue males baca artikel dan postingan aneh. entah pendukung paslon manapun karena mostly apa yang mereka posting tanpa mereka sadari mereka sedang menebar kebencian. Selama pilkada ini gue juga lebih sering ngeunfollow orang – orang yang suka posting or share hal – hal rasis tadi. gue gak mau beranda facebook gue dikotori oleh postingan yang bisa meracuni otak dan hati gue.

Gue harap setelah pilkada ini selesai masyarakat bisa kembali seperti sedia kala. kembali bersatu tanpa peduli ras or agama yang dianut.

Melek politik itu memang baik. Karena Jika kita ingin melakukan perubahan besar dalam masyarakat dan negara maka jalur politik lah yang paling efektif. Karena lewat politik lah kita bisa membuat dan menjalankan kebijakan yang bisa berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Namun sepertinya kita semua masih harus belajar lagi bagaimana bisa berdewasa dalam politik. dimana kita bisa berdebat dan berdiskusi mengenai visi misi, program kerja serta kebijakan yang diambil tanpa menggunakan isu ras dan agama sebagai bahan perbincangan.

Karena sebenernya untuk isu agama sudah jelas. Masyarakat muslim diperintahkan untuk memilih pemimpin muslim dan kita tidak perlu memperdebatkannya tinggal kembali kepada diri kita masing – masing. Yang paling penting apapun pilihan kita semua, kita harus bisa menghargai satu sama lain meskipun memiliki pendapat, argumen dan pilihan yang berbeda. Dan kita juga harus bisa menerima hasil dari pilkada ini. pasangan paslon manapun yang menang, itu adalah hasil dari pilihan kita semua sebagai sebuah proses berdemokrasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s