Review Debat Perdana Pilgub DKI Jakarta 2017

Debat perdana pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022 yang diselenggarakan resmi oleh KPUD DKI Jakarta telah selesai diselenggarakan pada 13 Januari 2017 pukul 20.00 – 22.00 WIB. Debat ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan dan disiarkan langsung oleh tiga stasiun televisi yaitu TV One, Net TV dan Jawa pos TV. Debat dihadiri oleh ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Tema yang diangkat adalah “ pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta ”. Tema ini dielaborasi dalam 3 isu utama yaitu sosial ekonomi, lingkungan dan transportasi, serta pendidikan. Moderator debat adalah presenter kondang Dwi Noviratri Koesno atau yang lebih populer dengan nama Ira Koesno. Adapun 4 panelis dalam debat ini adalah Dr. Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti), Prof.  Dr. Aceng Rahmat, M.Pd ( Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta ), Dr. Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), , dan Dr. Enny Sri Hartati (direktur Institute For Development of Economics and Finance).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KPUD DKI Jakarta Bapak Soemarno. Dalam sambutannya Beliau menjelaskan tentang rangkaian debat pemilihan gubernur dan wakil gubernur  DKI Jakarta serta tema yang diusung pada debat perdana ini. Selanjutnya acara dilanjutkan  dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh H.Cucum Sumardi. Setelah itu acarapun diambil alih oleh moderator Ira Koesno. Sebelum acara debat dimulai, sang moderator terlebih dahulu menjelaskan tentang aturan debat.

Debat tadi malam, terdiri dari enam sesi dan tentu saja menarik untuk disaksikan karena masing – masing pasangan gubernur dan wakil gubernur harus menjabarkan visi misi mereka terkait dengan isu yang diangkat. Dan tentu saja beradu argument. Berikut detail dari masing – masing sesi.

Sesi pertama

Pada sesi pertama diisi dengan pemaparan visi-misi dan program kerja calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta dan juga terkait isu integritas. Ada tiga pertanyaan yang diajukan oleh moderator.

Pertanyaan pertama

Pada pertanyaan pertama tiap pasangan diminta untuk menjabarkan visi dan misi mereka dan diberikan waktu selama dua menit

Visi dan Misi Pasangan urut 1 ( Agus – Sylvy )

 

Visi : menjadikan jakarta semakin maju, aman, adil dan sejahtera.

Misi : Mengatasi semua permasalahan di jakarta dan meningkatkan pembangunan.

Dengan cara :

  • Meningkatkan ekonomi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru
  • Meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan transportasi umum
  • Meningkatkan lingkungan kualitas hidup

 

Visi – Misi Pasangan nomor urut  2 ( Ahok – Djarot )

Visi : Pembangunan Sumber Daya Manusia Dengan indikator terukur yaitu Indeks pembangunan manusia.

Misi utamanya : Reformasi birokrasi dengan konsep melayani.

Visi – Misi Pasangan nomor urut 3 ( Anies – Uno )

Visi : Kesejahteraan hadir untuk seluruh masyarakat jakarta

Misi : meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan.  Sosial ekonomi, pemberantasan narkoba di Jakarta.

Dari pemaparan visi dan misi ketiga pasangan calon diatas, Kita bisa melihat bahwa pasangan urut satu dan tiga visi – misinya kurang lebih fokus ke kesejahteraan masyarakat. Pasangan urut ketua fokus untuk kepembangunan manusia. Tapi disini saya melihat bahwa pasangan satu dan tiga konsep visi dan misinya sangat normative. Padahal visi dan misi adalah hal paling penting dan perlu dibuat spesifik dan diperkukan indikator yang terukur supaya dalam menjalankan pemerintahan nantinya memiliki target yang jelas.

Pertanyaan kedua

Pada pertanyaan kedua tiap pasangan diminta menjelaskan program unggulan untuk mencapai visi dan misi tersebut dan mengapa ini perlu dilakukan. Waktu yang diberikan adalah 1.5 menit untuk tiap pasangan.

Program unggulan Pasangan urut satu ( agus – sylvi )

  1. Bantuan langsung sementara kepada keluarga miskin dan kurang mampu. 5 juta rupiah perkeluarga / tahun
  2. Pemberdayaan komunitas RW dan RT dengan bantuan 1 milyar / RW pertahun
  3. Mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan bantuan dana bergulir untuk usaha sebesar 50 juta rupiah per satu unit usaha.
  4. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas guru
  5. Meningkatkan pelayanan masyarakat
  6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi dan stabilisasi harga
  7. Membangun tanpa menggusur
  8. Menjadikan jakarta sebagai provinsi smart, creative dan ramah lingkungan
  9. Menegakan hukum, tidak tumpul keatas, tajam ke bawah
  10. Reformasi birokrasi

 

Program unggulan Pasangan urut 2 ( Ahok –  Djarot )

Reformasi birokrasi. Bersih, transparan

Sasarannya pembangunan manusianya otaknya penuh, perutnya penuh, dompetnya penuh. Pasangan urut 2 memaparkan tentang program yang sudah mereka jalankan selama menjabat seperti biaya sekolah gratis dan biaya rumah sakit kelas 3 gratis dan ditanggung oleh pemerintah DKI

Program Unggulan Pasangan Urut 3 ( Anies – Uno )

 

  1. Program oke and oce yaitu Satu kecamatan dan satu pusat mentorship . akan mempermudah kredit bagi masyarakat hingga 300 juta rupiah dan juga pendampingan

2. Pendidikan, KJP +

3. Harga oke. Memastikan barang kebutuhan bisa dijangkau oleh masyarakat

Pertanyaan 3 terkait isu integritas

Pasangan urut 1 lebih menekankan tentang akuntabilitas, keterbukaan dan tata kelola pemerintahan serta memiliki good will. Sedangkan Pasangan urut 2 memaparkan bahwa integritas teruji ketiga sudah pernah menjabat di pemerintahan. Integritas dan kesantunan adalah dua hal yang perlu dikolaborasikan agar bisa menjadi pemimpin sesuai harapan masyarakat. Dan pasangan ketiga lebih kepada jujur kepada pribadi dan berpihak kepada rakyat dan berpihakan kepada nilai.

Sesi kedua dan ketiga

Sesi dua dan tiga diisi tanya jawab moderator dan tanggapan antar-pasangan calon.

Langkah yang diambil untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran

Pasangan urut 1 menjelaskan bahwa salah satu cara mengurangi kemiskinan adalah dengan memberikan bantuan langsung sementara untuk  meyakinkan bahwa masyarakat memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu memberikan bantuan dana bergulir untuk usaha yaitu sebesar 50 juta / unit usaha dan mengadakan perumahan dan masyarakat. Pasangan urut 2 menyatakan bahwa mereka telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran dengan program – program yang sudah dijalankan.  Pasangan 2 sangat menentang tentang bantuan langsung tunai. Pasangan urut 2 menyatakan bahwa Pasangan 1 kasih ikan dan pasangan 2 kasih kail. Pasangan 3 menyatakan bahwa untuk mengurangi kemiskinan sangat perlu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Jika mereka terpilih mereka akan menciptakan 44 pusat pembangunan ekonomi untuk menyediakan lapangan pekerjaan.

 Menghadapi banjir, normalisasi sungai dan warga yang enggan digusur

Pasangan nomor urut 1 mengajukan program lain untuk membangun jakarta tanpa harus menggusur. akan tetapi sayangnya pasangan ini tidak menjabarkan alternatif program yang ingin mereka usulkan. Pasangan urut 2 menyatakan bahwa mereka sudah menjalankan kebijakan ini. pasangan urut ketiga lebih ingin melakukan penataan ulang kota ( urban renewal )

Sesi Empat

sesi ini adalah sesi adu argument tentang penggusuran, transportasi, dan kesempatan kerja. Pada sesi ini masing – masing pasangan memiliki waktu 1 menit untuk bertanya kepada satu pasangan, pasangan calon yang ditanya memiliki waktu 1,5 menit untuk menjawab dan Kemudian paslon penanya memiliki waktu 1 menit untuk menanggapi dan pasangan yang ditanya memiliki 1 menit untuk kembali menanggapi.

Kesempatan pertama diberikan kepada pasangan urut 1 untuk  bertanya kepada pasangan nomor urut 2. mereka bertanya tentang Sebenarnya jakarta untuk siapa ? kemudian selanjutnya pasangan urut 2 bertanya kepada pasangan urut tiga mengenai bagaimana solusi untuk mengatasi masalah transportasi di Jakarta. Apakah membatasi mobil mewah efektif untuk mengatasi kemiskinan ? Kemudian pertanyaan dari pasangan nomor urut 3 ke pasangan nomor urut 1 tentang bagaimana cara untuk bisa memaksimalkan tim pengawas orang asing supaya warga jakarta tidak kalah dengan warga diluar djakarta dalam mengahadapi kompetensi dan kesempatan kerja

Well, pada sesi ini debat terasa mulai panas karena masing – masing pasangan calon saling bertukar gagasan dan argumen. Salah satu yang menarik disesi ini adalah dari pasangan urut 1 yang ingin menerbitkan kartu.dimana pada kartu tersebut terdapat dokumen lengkap tentang penduduk jakarta. Padahal sebenernya program tersebut sudah dijalankan oleh pemerintah DKI saat ini atau dilakukan oleh pasangan petahana nomor urut 2.

SESI 5

Sesi ini berjalan hampir sama seperti sesi ke empat dimana masing – masing saling memiliki kesempatan untuk bertanya dan kemudian saling menanggapi. Sesi ini diawali dengan pertanyaan dari nomor urut 2 untuk pasangan nomor urut 1. Merek menanyakan  tentang Dana Bergulir. Pasangan 2 merasa bahwa pasangan 1 sangat bertentangan dengan aturan. Sesi ini menurut saya adalah puncak dari debat. disini bahkan kandidat nomor urut 1 menuding bahwa pasangan nomor urut 2 adalah tipikal pemimpin yang selalu curiga terhadap masyarakatnya. Selain itu pada sesi ini juga terdapat adu argumen antara ahok dan Sylvi mengenai kartu jakarta one. Ahok mengclaim bahwa dirinya sudah menjalankan program tersebut namun sylvi menanggapi bahwa menjawab bahwa hal tersebut tidak berjalan. yang kemudian Ahok berstatement bahwa pasangan nomor urut 1 tidak mengerti peraturan

Sesi ke enam

sesi ini merupakan sesi terakhir dalam debat ini. Pada sesi ini masing – masing pasangan diminta untuk menyampaikan langkah konkrit yang ingin dilakukan dan indikator pencapaian pada waktu terntentu untuk membentukan karakter siswa dan mengejar mutu lulusan di Jakarta.

Pasangan nomor urut 1 menyatakan bahwa pembentukan karakter  harus diberikan contoh yang baik oleh pemimpinnya yaiut dengan menjadi pemimpin yg memiliki karakter yang baik. pasangan urut 2 lebih fokus dengan eningkatkan angka partisipasi. Pasangan nomor  urut tiga dengan pembentukan moral melalui pendidikan.

Overall, Menurut saya debat perdana ini cukup menarik. Dan jika kita evaluasi  perform dari masing – masing pasangan. Pasangan 1 menurut saya cukup baik dalam menyampaikan gagasan. Debat kali ini tentu saja pasangan satu termasuk yang ditunggu – tunggu karena pada dua debat yang diselenggarakan oleh dua stasiun tv sebelumnya pasangan ini absent dengan alasan bukan debat resmi yang diadakan oleh KPUD DKI Jakarta. Hal tersebut tentu saja ramai di media massa dan muncul bahwa pasangan nomor urut 1 tidak siap untuk berdebat. Nah jadi debat kali ini menjadi pembuktian bahwa meskipun candidat gubernur nomor urut 1 adalah orang baru dalam dunia politik, Ia cukup baik dalam menghadapi debat publik. Sayangnya pada awal – awal sesi. Pasangan ini lebih didominasi oleh Agus. Sylvi baru mulai berbicara setelah sesi ketiga. Kemudian untuk pasangan urut 2, Mungkin karena mereka adalah pasangan petahana, mereka lebih berpengalaman, selama debat pasangan ini sangat santai dan bisa dibilang setiap statement yang mereka berikan selalu ditunjukan dengan indikator dan data. Dan mereka lebih mudah beradu argument dengan menjelaskan keberhasilan yang mereka capai selama menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dan untuk pasangan nomor urut 3, kerjasama dari pasangan ini baik, masing – masing memiliki proporsi yang sama untuk tampil. Pembawaan pasangan ini pun tenang. Hanya saja hemat saya, Banyak sekali selaam berdebat kata – kata yang dikeluarkan sangat normatif.

Bagaimana pendapat kalian ? Bagaimana program kerja yang diusung oleh ketiga calon untuk pembangunan sosial ekonomi di Jakarta ?.  Pasangan manakah yang menurut kalian menjadi pemenang dalam debat perdana ini ?

Debat kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI akan diselenggarakan pada 27 januari 2017 dan sesi ketiga pada 10 februari 2017.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s