Pertemuan Pertama

Berkunjung ke coffee shop adalah hal rutin yang sering dilakukan oleh andrew di akhir pekan. Coffee shop yang biasa Ia kunjungi terletak di pusat kota, tidak jauh dari town hall yang merupakan tujuan utama wisatawan mengunjungi kota ini.  Sore itu Andrew pergi ke coffee shop sendirian. Setelah memesan segelas caffucino ukuran medium dan sepotong strawberry cake , Andrew beranjak ke lantai 2 tempat favorite ia menikmati kopi. Ia biasa duduk di kursi besar berwarna merah yang dekat dengan jendela kaca berukuran besar. Selain interior ruangan yang bagus serta kursi yang sangat nyaman untuk diduduki,disini ia bisa menikmati kopi sambil melihat pemandangan kota tua yang menawan. Pengunjung coffee shop sore itu cukup ramai.

Sambil menikmati kopi andrew pun mulai membaca buku yang ia bawa. Disaat andrew sedang asyik mebaca buku, tiba – tiba seorang perempuan berambut pirang yang teruarai sambil memegang sebuah nampan yang berisi caffe latte berukuran besar menghampirinya.

“ excuse me . Is it free ? “ tanya perempuan tersebut sambil tersenyum

“Yes” Andrew balas singkat

“ Would you mind if I sit here ? “ tanya perempuan itu lagi

“No, Not at all” Jawab andre kemudian mempersilahkan perempuan tersebut untuk duduk.

Sambil menyuruput segelas cappucino yang dipesannya, Andrew memandangi perempuan yang baru saja duduk dihadapannya. Andrew merasa tak asing dengan wajahnya namun ia tak ingat dimana ia pernah bertemu. Perempuan tersebut terlihat sangat cantik. Dengan balutan baju hangat dan scarf berwarna merah yang masih menempel dilehernya.

Andrew mencoba membuka obrolan untuk menghilangkan rasa penasarannya

“I think we met before, didn’t we? ” Tanya andrew

“ I don’t know, Maybe at erasmus events” jawabnya tak yakin

“ I think at erasmus languange exchange events on Wednesday”

” I think so because I always join that event, I like to learn new languanges “ Jawabnya penuh antusias

 “ me too, anyway I am Andrew” timpal andrew memperkenalkan diri

“ I am Alisa “ jawabnya dengan senyum termanis yang pernah dilihat andrew

Obrolan tersebutpun berlanjut penuh antusias. Andrew dan Alisa ternyata sama – sama penggemar coffee. Dan cafe favorite mereka ternyata sama bahkan tempat favorite menikmati kopipun sama persis. Itu sebabnya Alisa ingin duduk ditempat itu meskipun masih ada beberapa tempat kosong di cafe sore itu.

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7.30 malam. Andrew dan Alisa pun beranjak keluar dari cafe sambil tetap asyik mengobrol. Saat tiba ditempat pemberhentian tram, merekapun harus berpisah karena tempat tinggal Andrew dan Alisa berlawanan arah.

“ Can i know your facebook id “?

“ Sure, just type my full name “

“Thanks.  See you”

“ See you “

Alisa pun bergegas pergi menuju tram nomor 33 yang akan mengantarkannya pulang.

Tram nomor 33 yang berlawanan arahpun datang. Andrew bergegas naik dan berdiri dekat mesin validasi tiket berwarna kuning yang tak jauh dari pintu. Selama perjalanan pulang Andrew tak berhenti tersenyum ke arah luar. Pikirannya melayang ke cafe tempat ia menghabiskan sore ini bersama Alisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s