Cover both side yang terabaikan

Saya kadang prihatin melihat link – link berita yang bertebaran di linimasa facebook saya yang di share oleh temen – temen. Padahal tak sedikit dari mereka adalah orang terdidik. Saat ini kita perlu jeli dalam menerima informasi. Banyak diantara berita yang beredar yang tidak imbang. Banyak berita yang dibuat berdasarkan konstruksi realitas bukan real reality. Sehingga informasi yang kita dapat tidak berimbang. Hal tersebut disebabkan salah satu prinsip dasar jurnalistik yaitu cover both side sering terabaikan.

Cover both side, sebuah istilah yang tidak asing di dunia jurnalistik. cover both side adalah salah satu prinsip dasar yang perlu diterapkan oleh seorang jurnalist dalam membuat sebuah berita. Secara terminologi jurnalistik sederhana, cover both side berarti berimbang, adil, tidak memihak, netral.

Sayangnya realita saat ini, cover both side sering terabaikan dalam pembuatan berita. Hal ini disebabkan masuknya kepentingan kepentingan dari berbagai pihak termasuk kepentingan pemilik media. Kita ambil contoh media televisi nasional. Hampir sebagian besar pemilik televisi nasional adalah orang politik atau partisan dari partai politik. Idealnya siapapun pemiliknya media tetaplah harus independent. Apalagi di setiap department news ada tim redaksi yang diisi oleh para profesional. Namun faktanya pemilik media berkuasa penuh termasuk dapam menentukan isi sajian media.
sebagai ilustrasi:
pada tahun 2014 saat musim pemilu, Salah satu anak tokoh politik yang merupakan presiden direktur di sebuah media marah kepada awak redaksi karena iklan kampanye rival politik tampil di halaman utama laman tersebut. Bila iklan rival politik saja dilarang. bagaimana dengan isi berita?

Contoh diatas adalah media besar yang ruang lingkupnya nasional. Bagaimana dengan media “abal -abal” khususnya media online yang lagi menjamur yang tidak jelas kredibilitasnya. dengan sangat mudah dimanfaatkan sang pemilik untuk kepentingan tertentu.

Berita yang tidak memenuhi prinsip cover both side tidak berbeda dengan membangun (konstruksi) realitas,bukan real reality (realitas nyata). Realitas ciptaan hasil dari konstruksi realitas merupakan bagian pekerjaan kehumasan bukan jurnalistik. Dampak media massa sangat besar terhadap masyarakat dimana transmisi pesan melalui media massa mampu merubah sikap dan mempengaruhi perilaku khalayak. Pelanggaran pada prinsip cover both side membuat cita-cita dan tujuan media massa untuk mencerdaskan serta memajukan bangsa dan negara terabaikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s